Minggu, 19 Februari 2012
Pentingnya menjadi Diri Sendiri
Posting ini mungkin masuk ke kategori curhat. Tapi mungkin bisa berguna untuk teman-teman jadi saya posting disini saja :)
Beberapa hari kemarin saya melayani konsultasi lewat chat dengan seorang teman di Yahoo Messenger. Pada saat saya menyarankan tentang apa yang harus dilakukan pada saat kencan, teman saya bilang “Ahh ribet kalo harus ngikutin cara-cara gitu, itu kan bukan saya banget. Saya mending jadi diri saya sendiri aja deh.”
Banyak orang salah kaprah kalo sudah menyangkut diskusi tentang “Be Yourself”. Di ebook saya, saya sudah membahas tentang kesalahan-kesalahan saat kencan. Kita harus jadi gentleman lah, kita tidak boleh jelalatan lah, kita harus cool, smart, dan tidak membosankan. Ingat baik-baik, SAYA TIDAK PERNAH MEMINTA ANDA UNTUK BERUBAH seperti yang saya sebutkan. Yang saya paparkan itu adalah bagaimana sudut pandang wanita secara umum, bagaimana wanita minta diperlakukan jika kita ingin melakukan ‘pendekatan’ ke dia.
Wanita menyukai pria yang bisa memimpin, itu sudah rumusan dasar se-basic 1 + 1 = 2. Dari pengalaman saya, wanita suka kepada pria yang bisa menjaga mata, dia merasa lebih dihargai bila kita tidak jelalatan bisa menjaga kontak mata pada saat berinteraksi. Wanita juga suka pria yang pintar dan tidak membosankan. Wanita lebih tertegun dengan pria yang pembicaraannya memberikan wawasan baru kepada sang wanita, yang membuat wanita merasa bahwa tiap kali menghabiskan waktu bersama kita, dia mendapat sesuatu yang baru. Itu sudah rumusan dasar.
Saya menulis buku tentang kesalahan-kesalahan kencan BUKAN untuk meminta anda berubah seperti yang saya tulis, tapi untuk MENAMBAH VALUE Anda, sehingga diri Anda berkembang menjadi Anda yang lebih baik. Sama halnya ketika Anda diterima bekerja di sebuah perusahaan kemudian mendapat training tentang marketing produk untuk menjadi seorang salesman. Apakah Anda akan bilang, “Ahh.. saya sih bukan tipe salesman, itu bukan saya banget..”
Saya beritahu, perusahaan tempat Anda bekerja SUDAH TAHU kalau Anda bukan salesman, makanya Anda ditraining tentang marketing produk untuk menambah kemampuan Anda sehingga Anda bisa menjadi seorang salesman yang handal!
Got it? Thank you very much ;)
Sabtu, 18 Februari 2012
Perlukah menghapus mantan pacar di facebook?
Menjalin pertemanan dengan mantan kekasih memang bukan perkara mudah.
Tak heran jika banyak mantan pasangan kekasih memutuskan tali
silaturahmi demi mencegah konflik. Termasuk memutus pertemanan di dunia
maya, seperti Facebook.
Bagi sejumlah orang, berteman dengan mantan kekasih di Facebook dianggap penuh risiko. Tak jarang hubungan yang terjalin di situs jejaring sosial itu menimbulkan kembali perasaan atau luka masa lalu, bahkan memicu konflik baru.
Tapi, bagi mereka yang sudah dapat mengontrol emosi, berteman dengan mantan kekasih di Facebook bukanlah suatu masalah besar. Apa yang membuat mereka memutuskan ingin menjaga silaturahmi? Mungkin satu dari lima alasan ini menjadi bahan pertimbangan mereka.
1. Tetap berkomunikasi Sakit hati seringkali membuat banyak orang tidak ingin berurusan dengan lagi dengan mantan kekasihnya. Tetapi, mereka berpikir bahwa rasa itu akan terkikis seiring waktu berjalan. Itulah mengapa mereka memilih tetap berteman di Facebook.
Facebook bisa menjadi media untuk menjalin silaturahmi tanpa terkesan intens dan intim. Ucapan ulang tahun atau sekedar sapaan di wall post akan membuat hubungan membaik. Jika tidak ingin terlalu menghiraukan keberadaan mantan kekasih, mereka bisa menghilangkan news feed-nya.
2. Tidak dewasa Menghilangkan nama mantan kekasih dari daftar teman di Facebook bisa memunculkan anggapan bahwa mereka masih merasa sakit hati dan menyimpan perasaan mendalam. Tetapi, memutuskan berteman di Facebook justru akan membuat mereka terlihat dewasa. Eksistensi mantan kekasih secara online tidak akan berefek signifikan, asal mereka konsisten.
3. Memori Menghapus nama mantan kekasih dari daftar teman di Facebook tidak otomatis akan melenyapkan bayangannya dari pikiran mereka. Ada atau tanpa Facebook, memori tentang mantan kekasih akan tetap membekas. Jadi efeknya sama saja.
4. Membuat mantan kekasih menyesal Mereka mungkin tidak pernah membuka profil mantan kekasinya di Facebook. Tetapi, ada kemungkinan mantannya yang justru membuka profil mereka. Jadi, ada peluang sang mantan melihat kegiatan dan foto-foto mereka.
Secara tak langsung, Facebook bisa menjadi media ‘pamer’ penampilan baru, teman baru, karier yang sukses, atau pacar baru yang tampan. Berteman di Facebook membuka kesempatan untuk membuat mantan merasa iri dan menyesal karena sudah tidak menjadi pasangan mereka. Facebook bisa menjadi media ‘balas dendam’ dengan cara yang elegan.
5. Menjawab rasa ingin tahu Meskipun sangat berpotensi membangkitkan sakit hati, tapi mengintip aktivitas mantan kekasih di akun Facebook miliknya seringkali menjadi hal yang seru. Menghilangkannya dari daftar teman di Facebook akan membuat tidak bisa melakukannya lagi.
Bagi sejumlah orang, berteman dengan mantan kekasih di Facebook dianggap penuh risiko. Tak jarang hubungan yang terjalin di situs jejaring sosial itu menimbulkan kembali perasaan atau luka masa lalu, bahkan memicu konflik baru.
Tapi, bagi mereka yang sudah dapat mengontrol emosi, berteman dengan mantan kekasih di Facebook bukanlah suatu masalah besar. Apa yang membuat mereka memutuskan ingin menjaga silaturahmi? Mungkin satu dari lima alasan ini menjadi bahan pertimbangan mereka.
1. Tetap berkomunikasi Sakit hati seringkali membuat banyak orang tidak ingin berurusan dengan lagi dengan mantan kekasihnya. Tetapi, mereka berpikir bahwa rasa itu akan terkikis seiring waktu berjalan. Itulah mengapa mereka memilih tetap berteman di Facebook.
Facebook bisa menjadi media untuk menjalin silaturahmi tanpa terkesan intens dan intim. Ucapan ulang tahun atau sekedar sapaan di wall post akan membuat hubungan membaik. Jika tidak ingin terlalu menghiraukan keberadaan mantan kekasih, mereka bisa menghilangkan news feed-nya.
2. Tidak dewasa Menghilangkan nama mantan kekasih dari daftar teman di Facebook bisa memunculkan anggapan bahwa mereka masih merasa sakit hati dan menyimpan perasaan mendalam. Tetapi, memutuskan berteman di Facebook justru akan membuat mereka terlihat dewasa. Eksistensi mantan kekasih secara online tidak akan berefek signifikan, asal mereka konsisten.
3. Memori Menghapus nama mantan kekasih dari daftar teman di Facebook tidak otomatis akan melenyapkan bayangannya dari pikiran mereka. Ada atau tanpa Facebook, memori tentang mantan kekasih akan tetap membekas. Jadi efeknya sama saja.
4. Membuat mantan kekasih menyesal Mereka mungkin tidak pernah membuka profil mantan kekasinya di Facebook. Tetapi, ada kemungkinan mantannya yang justru membuka profil mereka. Jadi, ada peluang sang mantan melihat kegiatan dan foto-foto mereka.
Secara tak langsung, Facebook bisa menjadi media ‘pamer’ penampilan baru, teman baru, karier yang sukses, atau pacar baru yang tampan. Berteman di Facebook membuka kesempatan untuk membuat mantan merasa iri dan menyesal karena sudah tidak menjadi pasangan mereka. Facebook bisa menjadi media ‘balas dendam’ dengan cara yang elegan.
5. Menjawab rasa ingin tahu Meskipun sangat berpotensi membangkitkan sakit hati, tapi mengintip aktivitas mantan kekasih di akun Facebook miliknya seringkali menjadi hal yang seru. Menghilangkannya dari daftar teman di Facebook akan membuat tidak bisa melakukannya lagi.
7 Kepribadian menjadi Sukses
THE 7 HABITS OF HIGHLY EFFECTIVE PEOPLE
Efektif : Melakukan hal yang tepat (do right thing)
Efisien : Melakukan dengan tepat (do thing right)
Kebiasaan : Perilaku (behaviour) yang sering (berulang-ulang) dilakukan..
7 kepribadian yg harus dimiliki untuk meraih kesuksesan...kadang kala kita juga harus mengoreksi/ instropeksi diri untuk mencapai apa yang kita inginkan..
catatan ini saya sajikan buat anda, semoga bermanfaat bagi kehidupan anda sehari-hari..
“Kebiasaan 1″ :
Jadilah Proaktif ( Be Proactive )
Bersikap proaktif adalah lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Bersikap proaktif artinya bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri (di masa lalu, di masa sekarang, maupun di masa mendatang), dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan prinsip-prinsip serta nilai-nilai ketimbang pada suasana hati atau keadaan. Orang-orang proaktif adalah pelaku- pelaku perubahan dan memilih untuk tidak menjadi korban, untuk tidak bersikap reaktif, untuk tidak menyalahkan orang lain. Mereka lakukan ini dengan mengembangkan serta menggunakan keempat karunia manusia yang unik — kesadaran diri, hati nurani, daya imajinasi, dan kehendak bebas — dan dengan menggunakan Pendekatan Dari Dalam ke Luar untuk menciptakan perubahan. Mereka bertekad menjadi daya pendorong kreatif dalam hidup mereka sendiri, yang adalah keputusan paling mendasar yang bisa diambil setiap orang.
“Kebiasaan 2″ :
Merujuk pada Tujuan Akhir ( Begin With The End in Mind )
Segalanya diciptakan dua kali — pertama secara mental, kedua secara fisik. Individu, keluarga, tim, dan organisasi, membentuk masa depannya masing-masing dengan terlebih dahulu menciptakan visi serta tujuan setiap proyek secara mental. Mereka bukan menjalani kehidupan hari demi hari tanpa tujuan-tujuan yang jelas dalam benak mereka. Secara mental mereka identifikasikan prinsip-prinsip, nilai-nilai, hubungan-hubungan, dan tujuan-tujuan yang paling penting bagi mereka sendiri dan membuat komitmen terhadap diri sendiri untuk melaksanakannya. Suatu pernyataan misi adalah bentuk tertinggi dari penciptaan secara mental, yang dapat disusun oleh seorang individu, keluarga, atau organisasi. Pernyataan misi ini adalah keputusan utama, karena melandasi keputusan-keputusan lainnya. Menciptakan budaya kesamaan misi, visi, dan nilai-nilai, adalah inti dari kepemimpinan.
“Kebiasaan 3″ :
Dahulukan yang Utama ( Put First Thing First )
Mendahulukan yang utama adalah penciptaan kedua secara fisik. Mendahulukan yang utama artinya mengorganisasikan dan melaksanakan, apa-apa yang telah diciptakan secara mental (tujuan Anda, visi Anda, nilai-nilai Anda, dan prioritas-prioritas Anda). Hal-hal sekunder tidak didahulukan. Hal-hal utama tidak dikebelakangkan. Individu dan Organisasi memfokuskan perhatiannya pada apa yang paling penting, entah mendesak entah tidak. Intinya adalah memastikan diutamakannya hal yang utama.
“Kebiasaan 4″ :
Berfikir Menang/Menang ( Think Win Win )
Berfikir menang/menang adalah cara berfikir yang berusaha mencapai keuntungan bersama, dan didasarkan pada sikap saling menghormati dalam semua interaksi. Berfikir menang / menang adalah didasarkan pada kelimpahan — “kue” yang selamanya cukup, peluang, kekayaan, dan sumber-sumber daya yang berlimpah — ketimbang pada kelangkaan serta persaingan. Berpikir menang-menang artinya tidak berpikir egois (menang / kalah) atau berpikir seperti martir (kalah / menang). Dalam kehidupan bekerja maupun keluarga, para anggotanya berpikir secara saling tergantung — dengan istilah “kita”, bukannya “aku”. Berpikir manang / menang mendorong penyelesaian konflik dan membantu masing-masing individu untuk mencari solusi-solusi yang sama-sama menguntungkan. Berpikir menang / menang artinya berbagai informasi, kekuasaan, pengakuan, dan imbalan.
“Kebiasaan 5″ :
Berusaha untuk Memahami Terlebih Dulu, Baru Dipahami (To Understand To Be Understood) Kalau kita mendengarkan dengan seksama, untuk memahami orang lain, ketimbang untuk menanggapinya, kita memulai komunikasi sejati dan membangun hubungan. Kalau orang lain merasa dipahami, mereka merasa ditegaskan dan dihargai, mau membuka diri, sehingga peluang untuk berbicara secara terbuka serta dipahami terjadi lebih alami dan mudah. Berusaha memahami ini menuntut kemurahan; berusaha dipahami menuntut keberanian. Keefektifan terletak dalam keseimbangan di antara keduanya.
“Kebiasaan 6″ :
Wujudkan Sinergi (Synergy)
Sinergi adalah soal menghasilkan Alternatif ketiga — bukan caraku, bukan caramu, melainkan cara ketiga yang lebih baik ketimbang cara kita masing-masing. Sinergi adalah buah dari sikap saling menghargai — sikap memahami dan bahkan memanfaatkan perbedaan-perbedaan yang ada dalam mengatasi masalah, memanfaatkan peluang. Tim-tim serta keluarga-keluarga yang sinergis memanfaatkan kekuatan masing-masing individu sehingga secara keseluruhannya lebih besar dari pada jumlah total dari bagian-bagiannya. hubungan-hubungan serta tim-tim seperti ini mengenyampingkan sikap saling merugikan (1 + 1 = 1/2). Mereka tidak puas dengan kompromi (1 + 1 = 1 1/2), atau sekedar kerjasama (1 + 1 = 2). Melainkan, mereka kejar kerjasama yang kreatif (1 + 1 = 3 atau lebih).
“Kebiasaan 7″ :
Mengasah Gergaji ( Sharpening The Saw )
Mengasah gergaji adalah soal memperbaharui diri terus menerus dalam keempat bidang kehidupan dasar: fisik, sosial/emosional, mental, dan rohaniah. Kebiasaan inilah yang meningkatkan kapasitas kita untuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan efektif lainnya. Bagi sebuah organisasi, Kebiasaan 7 menggalakkan visi, pembaharuan, perbaikan terus-menerus, kewaspadaan terhadap kelelahan atau kemerosotan moral, dan memposisikan organisasinya di jalan pertumbuhan yang baru. Bagi sebuah keluarga, kebiasaan 7 meningkatkan keefektifan lewat kegiatan-kegiatan pribadi maupun keluarga secara berkala, seperti membentuk tradisi-tradisi yang merangsang semangat pembaharuan keluarga.
Salam
Andy Civas ~ sahabatmu
Sumber: [Stephen R. Covey]
Efektif : Melakukan hal yang tepat (do right thing)
Efisien : Melakukan dengan tepat (do thing right)
Kebiasaan : Perilaku (behaviour) yang sering (berulang-ulang) dilakukan..
7 kepribadian yg harus dimiliki untuk meraih kesuksesan...kadang kala kita juga harus mengoreksi/ instropeksi diri untuk mencapai apa yang kita inginkan..
catatan ini saya sajikan buat anda, semoga bermanfaat bagi kehidupan anda sehari-hari..
“Kebiasaan 1″ :
Jadilah Proaktif ( Be Proactive )
Bersikap proaktif adalah lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Bersikap proaktif artinya bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri (di masa lalu, di masa sekarang, maupun di masa mendatang), dan membuat pilihan-pilihan berdasarkan prinsip-prinsip serta nilai-nilai ketimbang pada suasana hati atau keadaan. Orang-orang proaktif adalah pelaku- pelaku perubahan dan memilih untuk tidak menjadi korban, untuk tidak bersikap reaktif, untuk tidak menyalahkan orang lain. Mereka lakukan ini dengan mengembangkan serta menggunakan keempat karunia manusia yang unik — kesadaran diri, hati nurani, daya imajinasi, dan kehendak bebas — dan dengan menggunakan Pendekatan Dari Dalam ke Luar untuk menciptakan perubahan. Mereka bertekad menjadi daya pendorong kreatif dalam hidup mereka sendiri, yang adalah keputusan paling mendasar yang bisa diambil setiap orang.
“Kebiasaan 2″ :
Merujuk pada Tujuan Akhir ( Begin With The End in Mind )
Segalanya diciptakan dua kali — pertama secara mental, kedua secara fisik. Individu, keluarga, tim, dan organisasi, membentuk masa depannya masing-masing dengan terlebih dahulu menciptakan visi serta tujuan setiap proyek secara mental. Mereka bukan menjalani kehidupan hari demi hari tanpa tujuan-tujuan yang jelas dalam benak mereka. Secara mental mereka identifikasikan prinsip-prinsip, nilai-nilai, hubungan-hubungan, dan tujuan-tujuan yang paling penting bagi mereka sendiri dan membuat komitmen terhadap diri sendiri untuk melaksanakannya. Suatu pernyataan misi adalah bentuk tertinggi dari penciptaan secara mental, yang dapat disusun oleh seorang individu, keluarga, atau organisasi. Pernyataan misi ini adalah keputusan utama, karena melandasi keputusan-keputusan lainnya. Menciptakan budaya kesamaan misi, visi, dan nilai-nilai, adalah inti dari kepemimpinan.
“Kebiasaan 3″ :
Dahulukan yang Utama ( Put First Thing First )
Mendahulukan yang utama adalah penciptaan kedua secara fisik. Mendahulukan yang utama artinya mengorganisasikan dan melaksanakan, apa-apa yang telah diciptakan secara mental (tujuan Anda, visi Anda, nilai-nilai Anda, dan prioritas-prioritas Anda). Hal-hal sekunder tidak didahulukan. Hal-hal utama tidak dikebelakangkan. Individu dan Organisasi memfokuskan perhatiannya pada apa yang paling penting, entah mendesak entah tidak. Intinya adalah memastikan diutamakannya hal yang utama.
“Kebiasaan 4″ :
Berfikir Menang/Menang ( Think Win Win )
Berfikir menang/menang adalah cara berfikir yang berusaha mencapai keuntungan bersama, dan didasarkan pada sikap saling menghormati dalam semua interaksi. Berfikir menang / menang adalah didasarkan pada kelimpahan — “kue” yang selamanya cukup, peluang, kekayaan, dan sumber-sumber daya yang berlimpah — ketimbang pada kelangkaan serta persaingan. Berpikir menang-menang artinya tidak berpikir egois (menang / kalah) atau berpikir seperti martir (kalah / menang). Dalam kehidupan bekerja maupun keluarga, para anggotanya berpikir secara saling tergantung — dengan istilah “kita”, bukannya “aku”. Berpikir manang / menang mendorong penyelesaian konflik dan membantu masing-masing individu untuk mencari solusi-solusi yang sama-sama menguntungkan. Berpikir menang / menang artinya berbagai informasi, kekuasaan, pengakuan, dan imbalan.
“Kebiasaan 5″ :
Berusaha untuk Memahami Terlebih Dulu, Baru Dipahami (To Understand To Be Understood) Kalau kita mendengarkan dengan seksama, untuk memahami orang lain, ketimbang untuk menanggapinya, kita memulai komunikasi sejati dan membangun hubungan. Kalau orang lain merasa dipahami, mereka merasa ditegaskan dan dihargai, mau membuka diri, sehingga peluang untuk berbicara secara terbuka serta dipahami terjadi lebih alami dan mudah. Berusaha memahami ini menuntut kemurahan; berusaha dipahami menuntut keberanian. Keefektifan terletak dalam keseimbangan di antara keduanya.
“Kebiasaan 6″ :
Wujudkan Sinergi (Synergy)
Sinergi adalah soal menghasilkan Alternatif ketiga — bukan caraku, bukan caramu, melainkan cara ketiga yang lebih baik ketimbang cara kita masing-masing. Sinergi adalah buah dari sikap saling menghargai — sikap memahami dan bahkan memanfaatkan perbedaan-perbedaan yang ada dalam mengatasi masalah, memanfaatkan peluang. Tim-tim serta keluarga-keluarga yang sinergis memanfaatkan kekuatan masing-masing individu sehingga secara keseluruhannya lebih besar dari pada jumlah total dari bagian-bagiannya. hubungan-hubungan serta tim-tim seperti ini mengenyampingkan sikap saling merugikan (1 + 1 = 1/2). Mereka tidak puas dengan kompromi (1 + 1 = 1 1/2), atau sekedar kerjasama (1 + 1 = 2). Melainkan, mereka kejar kerjasama yang kreatif (1 + 1 = 3 atau lebih).
“Kebiasaan 7″ :
Mengasah Gergaji ( Sharpening The Saw )
Mengasah gergaji adalah soal memperbaharui diri terus menerus dalam keempat bidang kehidupan dasar: fisik, sosial/emosional, mental, dan rohaniah. Kebiasaan inilah yang meningkatkan kapasitas kita untuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan efektif lainnya. Bagi sebuah organisasi, Kebiasaan 7 menggalakkan visi, pembaharuan, perbaikan terus-menerus, kewaspadaan terhadap kelelahan atau kemerosotan moral, dan memposisikan organisasinya di jalan pertumbuhan yang baru. Bagi sebuah keluarga, kebiasaan 7 meningkatkan keefektifan lewat kegiatan-kegiatan pribadi maupun keluarga secara berkala, seperti membentuk tradisi-tradisi yang merangsang semangat pembaharuan keluarga.
Salam
Andy Civas ~ sahabatmu
Sumber: [Stephen R. Covey]
Narsis itu Sehat
Berdasarkan legenda Yunani, terdapat seorang pemuda bernama Narcisuss
yang jatuh cinta pada bayangan dirinya yang terpantul di permukaan
sebuah danau. Demikianlah kisah etimologinya sehingga kini kata narsis
dipakai untuk menyebut orang yang terlalu kagum, bangga, dan memuja diri
sendiri, walaupun kadang istilah narsis juga populer diselewengkan atau
disejajarkan dengan tindakan rajin foto-foto yang lebih tepat disebut
‘banci kamera.’
Seperti yang sudah saya tulis tempo hari, setiap manusia -Anda dan saya- di dunia ini pasti memiliki gangguan kejiwaan tertentu. Dan dari segudang daftar panjang kitab DSM-IV, saya pikir narsis adalah salah satu gangguan dan ilusi yang perlu kita miliki dalam kehidupan sehari-hari.
Saya berpendapat seperti itu karena sedemikian banyaknya orang yang terhambat dari sukses karena merasa dirinya rendah, lemah, bodoh, kecil, kalah, dan berbagai skala inferioritas lainnya. Kita hidup di dalam dunia modern yang memaksa kita untuk terbiasa menilai diri sendiri berdasarkan apa yang orang lain inginkan dari kita dan apa yang orang lain lakukan dalam hidup mereka.
Saya ulangi sekali lagi: kita terbiasa menilai diri sendiri berdasarkan keinginan orang lain dan prestasi orang lain. Anda jarang melatih menghargai diri sendiri sebagai kepribadian yang unik, utuh dan apa adanya. Anda jarang memberikan perhatian yang diperlukan oleh jiwa Anda untuk berkembang menjadi pribadi yang dewasa dan matang. Tidak heran kita merasa cemas, depresi, sulit mengambil keputusan dan serba berkekurangan.
Kita perlu belajar bagaimana sepenuh hati menyukai dan mencintai diri sendiri, agar bisa menyadari rasanya ketika bertemu dengan orang lain yang sepenuh hati menyukai dan mencintai diri kita. Cinta adalah sesuatu yang abstrak, bagaimana mungkin Anda bisa menghargainya jika Anda sendiri belum pernah merasakannya? Terlebih lagi, bagaimana Anda bisa menemukan cinta jika Anda sendiri pun merasa diri Anda tidak layak dicintai?
Narsisme memiliki sebuah peranan yang berguna dalam hidup dalam artian membiasakan Anda untuk berhenti bergantung pada standar dan prestasi orang lain untuk membuat diri Anda bahagia. Narsisme, jika dikendalikan dengan baik, adalah sebuah perilaku yang sehat sebagai mana dijelaskan oleh seorang ahli di bidang transformasi, David Cicia, sebagai berikut:
“Narcissism is built into our very beings. Focus on self (ego) is essential to life, living and functioning. Individual existence is narcissistic, thus it’s called existential narcissim. Psychology – especially object-relations psychology – has pointed out the central importance of narcissism in normal human development and functioning. They call it primary narcissism, and it is healthy. On the other hand, toxic narcissism is what causes subjective suffering. It is the over-focus on self, as part of the downward spiralling negative feedback loop that comes from the basic misstep of attention.“
Jadi sampai manakah batas perilaku narsis yang baik dan positif? Saya menggali jawabannya dari kitab para psikolog yang menyatakan bahwa gangguan narsisistik yang cukup serius terjadi seandainya seseorang memenuhi 5 dari 9 ciri berikut:
Salam...
Andy Civas ~ Sahabatmu
Seperti yang sudah saya tulis tempo hari, setiap manusia -Anda dan saya- di dunia ini pasti memiliki gangguan kejiwaan tertentu. Dan dari segudang daftar panjang kitab DSM-IV, saya pikir narsis adalah salah satu gangguan dan ilusi yang perlu kita miliki dalam kehidupan sehari-hari.
Saya berpendapat seperti itu karena sedemikian banyaknya orang yang terhambat dari sukses karena merasa dirinya rendah, lemah, bodoh, kecil, kalah, dan berbagai skala inferioritas lainnya. Kita hidup di dalam dunia modern yang memaksa kita untuk terbiasa menilai diri sendiri berdasarkan apa yang orang lain inginkan dari kita dan apa yang orang lain lakukan dalam hidup mereka.
Saya ulangi sekali lagi: kita terbiasa menilai diri sendiri berdasarkan keinginan orang lain dan prestasi orang lain. Anda jarang melatih menghargai diri sendiri sebagai kepribadian yang unik, utuh dan apa adanya. Anda jarang memberikan perhatian yang diperlukan oleh jiwa Anda untuk berkembang menjadi pribadi yang dewasa dan matang. Tidak heran kita merasa cemas, depresi, sulit mengambil keputusan dan serba berkekurangan.
Kita perlu belajar bagaimana sepenuh hati menyukai dan mencintai diri sendiri, agar bisa menyadari rasanya ketika bertemu dengan orang lain yang sepenuh hati menyukai dan mencintai diri kita. Cinta adalah sesuatu yang abstrak, bagaimana mungkin Anda bisa menghargainya jika Anda sendiri belum pernah merasakannya? Terlebih lagi, bagaimana Anda bisa menemukan cinta jika Anda sendiri pun merasa diri Anda tidak layak dicintai?
Narsisme memiliki sebuah peranan yang berguna dalam hidup dalam artian membiasakan Anda untuk berhenti bergantung pada standar dan prestasi orang lain untuk membuat diri Anda bahagia. Narsisme, jika dikendalikan dengan baik, adalah sebuah perilaku yang sehat sebagai mana dijelaskan oleh seorang ahli di bidang transformasi, David Cicia, sebagai berikut:
“Narcissism is built into our very beings. Focus on self (ego) is essential to life, living and functioning. Individual existence is narcissistic, thus it’s called existential narcissim. Psychology – especially object-relations psychology – has pointed out the central importance of narcissism in normal human development and functioning. They call it primary narcissism, and it is healthy. On the other hand, toxic narcissism is what causes subjective suffering. It is the over-focus on self, as part of the downward spiralling negative feedback loop that comes from the basic misstep of attention.“
Jadi sampai manakah batas perilaku narsis yang baik dan positif? Saya menggali jawabannya dari kitab para psikolog yang menyatakan bahwa gangguan narsisistik yang cukup serius terjadi seandainya seseorang memenuhi 5 dari 9 ciri berikut:
- Grandiose view of one’s importance, arrogance. Merasa diri paling hebat namun seringkali tidak sesuai dengan potensi atau kompetensi yang dimiliki dan ia senang memamerkan apa yang dimiliki termasuk gelar (prestasi) dan harta benda.
- Preoccupation with one’s success, beauty, brilliance;.Dipenuhi dengan fantasi tentang kesuksesan, kekuasaan, kepintaran, kecantikan atau cinta sejati.
- Extreme need of admiration. Memiliki kebutuhan yang eksesif untuk dikagumi.
- Strong sense of entitlement. Merasa layak untuk diperlakukan secara istimewa.
- Lacks of empathy. Kurang empati.
- Tendency to exploit others. Mengeksploitasi hubungan interpersonal.
- Envy of others. Seringkali memiliki rasa iri pada orang lain atau menganggap bahwa orang lain iri kepadanya.
- Shows arrogant, haughty behavior or attitudes. Angkuh, memandang rendah orang lain.
- Believe that she or he is special and unique. Percaya bahwa dirinya adalah spesial dan unik.
Salam...
Andy Civas ~ Sahabatmu
Anti Jomblo
Sudah berapa lama Anda jadi seorang jomblo? Sudah berapa lama Anda menghabiskan malam minggu sendirian atau menjadi kacung sambil dengki dan iri hati sebagai ‘kambing conge’ saat teman Anda enak-enak berpacaran?
Jadi jomblo memang ada sisi kurang mengenakkannya. Terlebih jika Anda sudah jomblo menahun serta berkepanjangan. Anda hanya bisa iri pada banyak pasangan yang berlalu-lalang setiap harinya.
Tentunya Anda tidak ingin menjadi jomblo yang seperti demikian, bukan? Kalau begitu, Anda harus, mesti, kudu, have to ikuti tips anti jomblo berikut ini :
1. Jadilah high quality jomblo
Seorang high quality jomblo berarti adalah dia yang jomblo tapi memiliki kualitas yang tinggi. Mempertinggi kualitas diri Anda
adalah wajib hukumnya bila ingin menjadi seorang jomblo yang
berkualitas. Seorang jomblo berkualitas sudah barang tentu diminati
banyak orang. Dengan begitu Anda akan mudah menarik calon pasangan.
2. Temukan tempat bergaul yang baru
Jika selama ini Anda hanya bergaul dengan orang-orang yang sama,
jelas saja jika Anda terus menjadi jomblo sejati. Jika tidak ingin
menjadi jomblo terus-menerus, bergaullah dengan orang yang baru. Ikuti kelas dansa atau kelas kepribadian. Temukan akhir jomblo berkepanjanganmu di sana.
3. Hidupmu harus menyenangkan
Keluarlah dan bermainlah dengan riang gembira. Baik Anda wanita
ataupun pria, Anda harus menyenangkan. Semua orang ingin pasangan yang
menyenangkan. Tidak boring. Jadi seorang jomblo bukan berarti jadi
boring. Jadilah jomblo yang menyenangkan, maka Anda akan disenangi dan tak lama lagi mendapatkan pasangan.
4. Sayangi diri Anda
Impian semua jomblo adalah ingin dirinya disayangi oleh seseorang.
Tapi banyak sekali para jomblowan dan jomblowati lupa kalau dirinya
harus menyayangi dirinya sendiri. Kalau bukan orang lain, siapa lagi
yang mau sayang pada Anda? Justru sebelum orang lain menyayangi Anda,
Anda sendiri harus sayang pada diri Anda sendiri. Saya jamin, dengan
melakukan ini, Anda tidak akan terus-menerus menjadi jomblo.
5. Konsultasi
Jika selama ini Anda jomblo hanya berkonsultasi pada teman-teman
Anda, yang ternyata saran-sarannya hanya menjerumuskan Anda pada
ke-jombloan, sebaiknya pergilah berkonsultasi pada konsultan romansa yang ahli di bidang ini. Jangan pergi ke konsultan pernikahan atau juga biro jodoh murahan. Yang harus Anda temui adalah para konsultan professional solusi romansa no.1 di Indonesia.Sobat jomblo, segera akhirilah masa jomblo Anda yang sudah terlalu lama itu. Nantikan terus artikel lainnya yang akan menghentikan Anda menjadi jomblo sejati. Sebarkan informasi ini juga pada teman jomblo lainnya.
Solusi anti jomblo.
Sumber : Solusi Romansa
Kamis, 02 Februari 2012
Lakukan Kesempatan Dengan Baik
Sebelum saya menuliz artikel ini, saya sempat mendapatkan beberapa inspirasi yang saya ingin bagikan untuk anda..
yaitu kejadian yang beberapa waktu lalu, ketika saya pergi jalan-jalan ke kampung keling. (hanya untuk sarapan haha.. itulah kebiasan saya setiap minggu pagi.) ketika saya menuju pulang ke rumah dengan sepeda motor yang saya bawa, ntah kenapa tiba2 tenggorokan saya haus dan rasanya ingin sekali meminum sesuatu, akhirnya saya memutuskan untuk meminggirkan motor saya dan langsung melihat ke kiri ke kanan, hanya untuk mendapatkan minuman. lalu saya masuk ke dalam warnet untuk membeli minuman soda..
saya rogoh kantong saya dan mengeluarkan sejumlah uang.. setelah saya keluar dari warnet, saya di hampiri seorang ibu paruh baya, dan meminta sedikit uang..."dek tolong Ibu, minta duit Rp.5000 untuk beli nasi, uangnya kurang" begitu katanya dengan senyum...
tanpa dengan perasaan ragu saya rogoh kantong saya dan saya beri uang kembalian tadi saat beli minuman..
lalu saya melanjutkan perjalanan pulang saya...
segera saya nyalakan motor saya, dan bergegas pergi namun motor saya tidak di ajak kompromi..
saya mengendarain motor tersebut dalam keadaan hujan-hujanan, ntah kenapa saya jadi teringat dengan ibu td... dan saya ingin melaporkan ini sama Tuhan... "Oh Tuhan.. hari ini saya melakukan hal yg baik, namun kenapa saya di permainkan seperti ini"
saat saya dalam hati berkata seperti itu tiba2 petir bergemuruh membuat saya terkejut.(sepertinya Tuhan tidak setuju dengan kata2 saya...)
didalam perjalan tersebut saya dipertemukan lagi dengan seorang bapa yang kakinya putung sedang mengemis
di simpang lampu merah dalam keadaan hujan deras, saya sedikit terharu dan simpatik dengan keadaan bapa itu.. ntah saya rasa memang tidak wajar.. namun niat merogoh saku kantong saya tidak terelakan.. saat saya mulai merogoh saku kantong saya, tiba2 lampu merah berubah menjadi hijau... suara klakson mulai menghantuiku.. namun saya blom menemukan sedikit uang di saku saya.. mau tidak mau saya menuruti permintaan kendaraan yang tidak sabar itu.. namun niat saya untuk memberi tidak hilang... saya coba untuk memutar jalan agar saya bisa kembali ketempat tersebut untuk memberi sedikit yang saya punya untuk bapa tersebut... namun setelah saya kembali ketempat lampu merah tersebut dalam keadaan hujan-hujanan, apa yang terjadi?? bapa tersebut, sudah tidak ada di tempat.. entah kenapa kesempatan untuk bertemu bapa itu tidak ada yang kedua xnya, bahkan saya sudah beberapa kali melewati tempat tersebut di hari yang berbeda, namun tidak dapat menemukan bapa tersebut..
Teman, yang saya ingin katakan bukanlah tentang kebaikan yang saya lakukan, tetapi jika kamu diberi kesempatan untuk berbuat amal, janganlah kau sia-sia kan, karena anda tidak tau kapan anda akan mendapatkan kesempatan ke-2 untuk itu...
Salam..
Andy Civas ~ Sahabatmu
yaitu kejadian yang beberapa waktu lalu, ketika saya pergi jalan-jalan ke kampung keling. (hanya untuk sarapan haha.. itulah kebiasan saya setiap minggu pagi.) ketika saya menuju pulang ke rumah dengan sepeda motor yang saya bawa, ntah kenapa tiba2 tenggorokan saya haus dan rasanya ingin sekali meminum sesuatu, akhirnya saya memutuskan untuk meminggirkan motor saya dan langsung melihat ke kiri ke kanan, hanya untuk mendapatkan minuman. lalu saya masuk ke dalam warnet untuk membeli minuman soda..
saya rogoh kantong saya dan mengeluarkan sejumlah uang.. setelah saya keluar dari warnet, saya di hampiri seorang ibu paruh baya, dan meminta sedikit uang..."dek tolong Ibu, minta duit Rp.5000 untuk beli nasi, uangnya kurang" begitu katanya dengan senyum...
tanpa dengan perasaan ragu saya rogoh kantong saya dan saya beri uang kembalian tadi saat beli minuman..
lalu saya melanjutkan perjalanan pulang saya...
segera saya nyalakan motor saya, dan bergegas pergi namun motor saya tidak di ajak kompromi..
detik
demi detik saya coba hidupkan motor saya.. namun tetap tidak nyala..
jujur saat itu saya benar-benar kesal.. di Kepala saya berteriak "Oh Ada
Apa ini, Ada apa dengan Motorku..? (kyk lagu peterpan aja haha :D )"
disaat yg sial itu, eh.. malah turun ujan. saya merasa hari ini saya di
kerjain Tuhan... saat dlam ati berkata begitu dan saya coba nyalakan
motor itu, eh... malah idup sendiri motor nya... memang ajaib...
dengan gaya sok gentle saya melanjutkan perjalanan walaupun masi Hujan.
dengan gaya sok gentle saya melanjutkan perjalanan walaupun masi Hujan.
OH....HUJAN..OH...HUJAN
saya mengendarain motor tersebut dalam keadaan hujan-hujanan, ntah kenapa saya jadi teringat dengan ibu td... dan saya ingin melaporkan ini sama Tuhan... "Oh Tuhan.. hari ini saya melakukan hal yg baik, namun kenapa saya di permainkan seperti ini"
saat saya dalam hati berkata seperti itu tiba2 petir bergemuruh membuat saya terkejut.(sepertinya Tuhan tidak setuju dengan kata2 saya...)
didalam perjalan tersebut saya dipertemukan lagi dengan seorang bapa yang kakinya putung sedang mengemis
di simpang lampu merah dalam keadaan hujan deras, saya sedikit terharu dan simpatik dengan keadaan bapa itu.. ntah saya rasa memang tidak wajar.. namun niat merogoh saku kantong saya tidak terelakan.. saat saya mulai merogoh saku kantong saya, tiba2 lampu merah berubah menjadi hijau... suara klakson mulai menghantuiku.. namun saya blom menemukan sedikit uang di saku saya.. mau tidak mau saya menuruti permintaan kendaraan yang tidak sabar itu.. namun niat saya untuk memberi tidak hilang... saya coba untuk memutar jalan agar saya bisa kembali ketempat tersebut untuk memberi sedikit yang saya punya untuk bapa tersebut... namun setelah saya kembali ketempat lampu merah tersebut dalam keadaan hujan-hujanan, apa yang terjadi?? bapa tersebut, sudah tidak ada di tempat.. entah kenapa kesempatan untuk bertemu bapa itu tidak ada yang kedua xnya, bahkan saya sudah beberapa kali melewati tempat tersebut di hari yang berbeda, namun tidak dapat menemukan bapa tersebut..
Teman, yang saya ingin katakan bukanlah tentang kebaikan yang saya lakukan, tetapi jika kamu diberi kesempatan untuk berbuat amal, janganlah kau sia-sia kan, karena anda tidak tau kapan anda akan mendapatkan kesempatan ke-2 untuk itu...
Salam..
Andy Civas ~ Sahabatmu
Langganan:
Komentar (Atom)